Marissa Haque & Ikang Fawzi, Berjiwa Besar walau Terus Dihina, dalam Doktoral di IPB
Sabtu, 04 Juni 2011
PP No 34 Tahun 2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan: Marissa Haque Fawzi
Pemanfaatan hutan adalah bentuk kegiatan pemanfaatan kawasan hutan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu, secara optimal, berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya (P.1; 2)
Pemanfaatan kawasan pada hutan produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan ruang tumbuh sehingga diperoleh manfaat lingkungan, manfaat sosial dan manfaat ekonomi yang optimal dengan tidak mengurangi fungsi pokok hutan. (P.1; 4)
Pemanfaatan jasa lingkungan pada hutan produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi pokok hutan. (P.1;6)
Pemanfaatan hutan pada hutan produksi dapat berupa : (P.25;9)
a. pemanfaatan kawasan;
b. pemanfaatan jasa lingkungan;
c. pemanfaatan hasil hutan kayu;
d. pemanfaatan hasil hutan bukan kayu;
e. pemungutan hasil hutan kayu;
f. pemungutan hasil hutan bukan kayu.
Sumber:http://marissahaque-lingkungan-hidup-sda.blogspot.com/2011/05/pp-no-34-tahun-2002-tentang-tata-hutan.html
Label:
ikang fawzi,
IPB,
Marissa Haque,
Menhut,
menteri kehutanan ri,
MS Kaban,
patrialis akbar
Jumat, 07 Januari 2011
Negara dan Politik-Ekonomi-Hukum: Marissa Haque Fawzi (2011)
Negara Pengelola Perubahan Ekonomi
Oleh: Marissa Haque & Ikang Fawzi (FEB, UGM, 2011)
I. Pilihan Sistem Ekonomi
Dalam masa tiga dekade akhir-akhir ini, banyak negara di dunia dari level domestik sampai dengan global mengalami perubahan signifikan gaya kepemimpinan ekonomi. Termasuk Indonesia juga didalamnya. Dimana perubahan drastis pada strata: (1)mikro; (2) mezzo; (3) makro secara berkelanjutan terus bermetamorfosa. Beradaptasi terhadap beberapa faktor eksternal sekaligua internal tak terkendali, semisal terhadap: (1) liberalisasi ekonomi; (2) perkembangan dunia IT dan ITC; (3) modernisasi moda transportasip (4) kompleksitas intitusi keuangan dan perbankan; (5)tuntutan consumers. Indonesia sendiri sebagai salah satu negara yang masih berkembang di dunia ini, selalu dengan karakter kenegaraannya yang diduga senang bermain dalam wilayah ‘quasi’ (abu-abu.[1] Tidak pernah secara jelas dan nyata menyatakan diri sebagai negara sos-dem (sosialis demokratik) seperti apa yang termaktub didalam ruh ideologi NKRI yaitu Pancasila, namun juga berbentuk sebuah negara liberal malu-malu, namun dalam praktik lebih ekstrim dari negara liberal asalnya yaitu Amreika Serikat.
II. Lapis Perubahan Ekonomi
Beberapa periode dalam perjalanan NKRI sebagai sebuah bangsa dan negara, mengalami perubahan leadership (style dalam kepemimpinan), termasuk didalamnya masalah economic leadership. Pada masa pemerintahan Orba (orde baru), tidak dapat dipungkiri bahawasanya praktik monopopi serta oligopoli mendominasi perjalanan perekonomian Indonesia, diduga tanpa mempedulikan: (1) daya saing ekonomi jadi semakin rendah; (2) akses bagi sebagian besar pelaku ekonomi jadi tertutup; dan (3) konsumen yang selalu dirugikan karena tak ada kontrol mekanisme persaingan pasar yang biasanya menguntungkan konsumen dari harga murah serta inovasi produk yang semakin beragam. Tiga lapis perubahan economic leadership style yang terjadi di Indonesia sampai dengan hari ini, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
(1) Lapis Pertama Tingkat Makro
Pada dekade tahun 1980-an, tepatnya pada masa antara tahun 1983-1988, terjadi lompatan perubahan ekonomi ditingkat makro. Yaitu saat dilakukannya deregulasi pada bidang sektor keuangan. Lalu perkembangan sektor perbankan dan pasar modal yang langsung terpengaruh dimana menjadi sebuah penanda penting/petunjuk awal atas dampak dari diberlakukannya kebijakan tersebut. Output deregulasi serta liberalisasi yang terjadi disusul oleh sektor riil dan perdagangan berpengaruh langsung serta signifikan terhadap hidup-matinya seluruh kegiatan perekonomian Indonesia —termasuk consumer behavior/perilaku perekonomian rumah tangga Indonesia yang terjadi sebagai dampak langsung implementasi kebijakan dari pemerintah yang berkuasa saat itu. Secara lebih rinci perubahan the economic leadership pada strata ekonomi makro Indonesia saat itu dengan dikeluarkannya PP No. 20 Tahun 1994 tentang Kepemilikan Saham dan PMA (penanam modal asing), dimana Peraturan Pemerintah ini secara bebas memberikan sejenis keleluasaan penuh kepada pihak asing untuk dapat menerobos seluruh sudut ruang perekonomian dalam negeri Indonesia;
(2) Lapis Kedua Tingkat Mezzo
Desentralisasi pada strata masa tersebut di Indonesia , merupakan sebuah disain manajemen pembangunan politik-ekonomi NKRI. Dimana pada hari-hari belakangan ini masyarakat Indonesia mengenalnya dengan nama Otda (Otonomi Daerah) sebagai anti-thesis dari konsep sebelumnya yang didanggap padat kepentingan sentralisasi politik dalam negeri dari ‘partai kuat tertentu’ saat itu. Desentralisasi ekonomi dianggap sebagai jawaban cerdas bagi beberapa hipotesa yang selama masa 32 tahun sebelumnya dianggap terkubur, yaitu: (a) apakah mungkin sentralisasi ekonomi masa sebelumnya mampu untuk mengurus beragam politik ekonomi yang dimiliki oleh Indonesia; (b) apakah ekonomi-bisnis model yang ada selama masa sebelumnya dapat mengurangi distorsi kesenjangan kepentingan pusat-daerah terkait dengan rumusan kebijakan; dan (3) apakah sebaiknya model desentralisasi ini teap dikembangkan sertya dijalankan sekalipun resiko separatisme menjadi niscaya;
(3) Lapis Ketiga Tingkat Mikro
Dikeluarkannya UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, memberikan ruang bagi para pelaku ekonomi mikro—UKM dan UMKM termasuk BMT (baitul maal wa tamwil/berbasil syariah non-bank)—menjadi mungkin untuk tumbuh serta berkembang. Dimana sebelumnya para pelaku ekonomi Indonesia secara distortif hanya terpaku apda pangsa papan atas elite pengusaha tertentu yang dekat dengan penguasa/pemerintah pusat saat itu. Perubahan dari sistem politik-ekonomi yang terjadi di strata ini diharapkan menjadi semacam terapi mujarab bagi disain baru menuju arah persaingan sehat yang membuat seluruh pelaku ekonomi memiliki akses serta peluang sama dalam turut serta menjalankan roda perekonomian nasional. Diharapakan pada akhirnya meningkatkan taraf kesejahteraan dan HDI (human development index) penduduk Indonesia ;
III. Masalah Klasik Kelembagaan
Transformasi dan metamorfosa yang terjadi dalam sistem ekonomi-bisnis-industri tersebut, ternyata sama sekali tidak menyentuh birokrasi dalam sistem pemerintahan Indonesia/seluruh departemen teknis maupun departemen non-portofolio/non-teknis.[2] Yang diduga terlupakan disaat eforia reformasi kemarin digulirkan oleh para pencetusnya,[3] bahwa setiap masa transisi reformasi wajib juga membidik reformasi birokrasi yang ada pada sebuah negara/pemerintahan, baik itu sebagai prinsipal maupun sebagai agennya. Karena pada dasarnya, sebuah jajaran birokrasi dibentuk oleh penguasa negara dimasa pemerintahannya berkuasa. Yang dicirikan memiliki spirit karakter embeded sebagai: (1) pemilik dari kekuasaan; (2) peminta rente; dan (3) penjual regulasi. Sehingga biar sekalipun reformasi gergulir sangat kuat disuatu masa, namun para birokrat dalam jajaran birokrasi pemerintahan tersebut “tetap solid memegang kendali” pemerintahan. Jika sebuah kebijakan baru digulirkan, regulasi biasanya terpenggal ditengah jalan karena kedodoran dalam kelembagaannya.[4] Bila sebuah penelitian dijalankan untuk mengatahui masalah yang timbul, maka unit analisis yang biasa dipakai pemerintah masih ‘sebatas institusinya’/kementrian itu sendiri dan bukan “kebijakan” itu sendiri, sehingga dilapangan tampak nyata bahwa strategi pengelolaan perubahan ekonomi-politik-hukum tidak tidak pernah solid-kreatif namun tetap ‘primitif’ sebagaimana sediakala.
IV. Solusi dari Ikang dan Marissa
Dalam setiap kebijakan yang dibuat, alangkah baiknya bilamana: (1) diteruskan dengan SOP (standard operation procedure)/”aturan main” atau rule of law yang rigid/ketat dari kelembagaan yang berperan sebagai tatakelolanya; (2) pendekatan dari Teori Amitai Etzioni dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan dalam jagka waktu yang disepakati[5]; (3) memberlakukan memberlakukan KPI (key performance indicator) bagi penilaian kinerja seluruh PNS tanpa terkecuali, dan (4) penghargaan didasarkan pada merit based system/jasa keberhasilan kontribusi PNS/birokrat kepada institusi ditempatnya bekerja.
[1] Denny Indrayana menyatakan dalam bukunya “Indonesia Negara Mafioso” bahwa Indonesia adalah
bentuk sebuah negara quasi yang berarti neither fish or meat (bukan ikan atau daging)/banci.
[2] Eep Saefullah Fatah (2010) pengamat politik dari FISIP-UI didalam salah satu wawancaranya di Metro
TV mengatakan bahwa birokrasi Indonesia dimasa Orba (Orde Baru) lalu, merupakan ‘perpanjangan
tangan’ partai politik dari pemerintah berkuasa saat itu didalam administrasi negara. Dimana setiap
PNS/Korpri wajib mencontreng untuk Golkar dilam setiap masa Pemilu berlangsung
[3] Ide Otda (Otonomi Daaerah) pertama kali digaungkan oleh Prof.Dr. Ryas Rasyid
[4] Ahmad Erani Yustika adalah Direktur Eksekutif INDEF dan seorang dosen Departemen Ilmu Ekonomi
Universitas Brawijaya Malang dalam sebuah wawancara di JTV Surabaya September 2010
[5] Amitai Etzioni adalah seorang ekonom dari Amerika Serikat yang meperkenalkan pendekatan afeksi-renumerasi-coersion/law enforcement
Rabu, 29 Desember 2010
Oleh-oleh Tulisan Bunda Marissa Haque dari FH-UGM (1)
Sumber: http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/
Potongan dari Paper Teori Hukum Kelas "Teori Hukum" dengan dosen/Dekan FH-UGM Prof.Dr. Marsudi,
oleh: Marissa Grace Haque Fawzi
Sub-judul:
Potongan dari Paper Teori Hukum Kelas "Teori Hukum" dengan dosen/Dekan FH-UGM Prof.Dr. Marsudi,
oleh: Marissa Grace Haque Fawzi
Sub-judul:
Unethical-Illegal vs Legal-Unethical
Ketika Soros (2010) menyatakan bahwa humans are subject to failure,[1] terkait kejadian paradoksal antara keadilan dan kepastian hukum di Indonesia, maka topik tentang negara-keadilan-kontrak sosial selalu menjadi sumber menarik untuk diteliti lebih lanjut karena lebih sering keduanya tidak berjalan seiring-seirama. Dalam banyak situasi di Indonesia, mereka yang berlindung kepada hukum positif Indonesia bukan hanya mereka yang baik saja tapi juga mereka yang diduga jahatpun turut ‘terlindungi.’
Sesuatu yang tidak etis/un-ethical belum tentu dianggap jahat/illegal, namun sesuatu yang jahat/illegal sudah pasti etis/un-ethical. Seperti misalnya korupsi adalah sebuah kejahatan luar biasa/extra ordinary crime, namun dalam suatu kondisi situasional sangat sering kejahatan luar biasa/extra ordinary crime tersebut dianggap sah/legal. Sebaliknya semisal pemberantasan korupsi itu sangat baik, namun dalam kondisi tertentu terbukti bahwa hukum dapat menjadi legalitas para koruptor dan para whistle blower menjadi semacam ‘pesakitan’ yang menjadi ‘bulan-bulanan’ media tertentu yang dimiliki oleh pemilik kapital yang patut diduga pelaku dari korupsi yang dituduhkan.
Comte-Sponville (2001) menyatakan, bahwa dalam hubungannya hukum sebagai pembawa nilai terjadi benturan kepentingan dari fungsi pesan keadilan sekaligus sebagai order dari the lawgiver.[2] Dalam bukunya dijelaskan juga kondisi tersebut telah lama terjadi bahkan sejak zaman Yunani kuno dan diamati secara berkelanjutan oleh para filsuf mereka saat itu.
[1] Wawancara George Soros oleh penyiar Desy Anwar di Metro TV, pada Juni 2010
[2] Comte-Sponville, Andre. 2001. A Small Treatise on the Great Virtue. New York: Henry Holt and Company
Kamis, 23 Desember 2010
Stand Point Islami Marissa Haque atas Pidana Lingkungan Hidup & Illegal Loging
Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/
Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.
“Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan,” kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini. Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.
“Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi,” kata Icha, panggilan akrabnya. Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau,” ajak Icha.(*)
Editor : Juang_Naibaho, Source : Tribun Pekanbaru
Sumber: http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau
Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.
“Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan,” kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini. Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.
“Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi,” kata Icha, panggilan akrabnya. Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau,” ajak Icha.(*)
Editor : Juang_Naibaho, Source : Tribun Pekanbaru
Sumber: http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau
Senin, 20 Desember 2010
Isu Illegal Logging, Hutan Riau, Leadeship Kepala Daerah: Marissa Haque & Ikang Fawzi
Menjadi Kepala Daerah seperti Gubernur/walikota/Bupati adalah sebuah jabatan eksekutif ditingkatan daerah, adalah tidak beda dengan pejabat negara lainnya maupun presiden yang mempunyai garis-garis besar dalam bekerjanya maupun hubungan antar lembaga. Hal tersebut untuk menjaga tidak tumpang tindihnya birokrasi dalam pemerintahan yang mengakibatkan inefisiensi implementatif. Singkatnya, hal ini membantunya dalam menjalankan pemerintahan yang syarat dengan elemen hukum dan politik.
Selanjutnya Kepala Daerah haruslah seorang yang mempunyai visi dan misi yang jelas yang terutama dalam kepemimpinan daerahnya. Selain itu tidakkah lebih baik jika seorang kepala daerah yang amanah, dalam arti mampu memujudkan apa yang dijanjikan selama kampanye? Disini stategi-strategi pembangunan yang efektif diperlukan guna menjaga kestabilan serta kelancaran dalam merealisasikannya, bukan kalkulasi dukungan politik semata.
Secara pribadi, kesemuanya berpusat pada satu inti yaitu kinerja. Sebuah janji, tujuan ataupun cita-cita pasti akan terletak pada proses kinerja bagaimana mencapainya. Demikian juga dengan seorang Kepala Daerah, akan semakin bermanfaat bagi masyarakat daerahnya jika mengandalkan kinerja-kinerja yang kongkrit. Apalagi dalam era otonomi daerah sekarang ini yang memberikan keleluasaan yang lebih pada daerah sehingga dapat dikatakan awal yang baik dalam pengembangan dan pembangunan.
Untuk kelanjutannya agar kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan kenyataan dilapangan serta berguna untuk memberikan poin-poin determinasi maupun kolaborasi target-target pembangunan, sebaiknya dilakukan upaya-upaya dasar seperti penyerapan aspirasi masyarakat, pemetaan geografis daerah, pemahaman kondisi sosial budaya maskarakat lokal serta pemahaman ekonomi lokal. Secara empiris, hasil-hasil tersebut diatas berbeda satu sama lain setiap daerah. Untuk itulah dapat kita simpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda yang tentunya menuntut perlakuan berbeda pula. KD haruslah benar-benar mengerti akan daerahnya. Bukan sekedar figur terkenal, tokoh maupun emosi putra daerah belaka.
Beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain:
(1) Aspek Ekonomi
Gerak ekonomi adalah salah satu yang terpenting dalam suatu daerah. Perkembangannya juga tidak lepas dari geologis ekonomis dan historis masyarakat setempat, sehingga hal ini memungkinkan perbedaan karakteristik perekonomian satu daerah dengan yang lain. misalnya daerah A yang tanahnya subuh untuk pertanian maka mayoritas penduduknya bergerak dibidang pertanian. Berbeda dengan daerah B yang dekat dengan pantai dan tanah yang kurang subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian, maka dari itu penduduknya lebih banyak yang bekerja dibidang perikanan dan pariwisata.
Dari ilustrasi diatas, salah satu strategi untuk menyiasati dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi adalah memakai konsep keunggulan komparatif, yaitu pembangunan dengan mengembangkan keunggulan ekonomis setempat, dimana tidak terdapat ditempat lain. Pola ini memungkinkan untuk membentuk identitas dan meningkatkan daya saing tersendiri satu sama lain antar daerah. Hal tersebut dengan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional karena akan banyak terbantu dalam menentukan kebijakan dan efisiensi.
Selain itu, tugas pemerintah daerahlah yang memberikan tatanan pijakan dan dukungan yang penuh pada kewirausahaan dan kegiatan ekonomi lainnya. Secara lebih nyata dalam dunia bisnis membutuhkan stimulus-stimulus seperti penyediaan infrastruktur, birokrasi perijinan yang praktis, insentif pajak, aturan-aturan main yang jelas dalam berbisnis, pengelolaan kekayaan alam yang tidak monopolitik, perlindungan, pendidikan dan pelatihan usaha, upah minimum daerah, memberdayakan organisasi-organisasi pekerja dan kebijakan supported sektoral lain-lainnya yang sesuai.
Masalah pengangguran dan tingginya angka angkatan kerja juga tidak kalah penting untuk diselesaikan dengan menciptakan program-program kerja yang padat karya maupun memberikan insentif kepada usaha yang melibatkan tenaga yang banyak. Surplus anggaran daerah seharusnya dimaksimalkan dengan program diatas serta dalam rangka menyediakan infrastruktur usaha yang berkesinambungan.
(2) Aspek Kesehatan
Aspek ini meliputi tingkat kelahiran, tingkat umur rata-rata hidup, kebersihan, kondisi Mandi cuci kakus (MCK), populasi penduduk dalam hubungannya dengan kesehatan, pemahaman masyarakat tentang kesehatan, pelayanan dan kuantitas publik kesehatan didaerah, program vaksinasi, disease preventives dan masih banyak lagi. Secara ringkas, program-program yang berhubungan dengan kesehatan lokal sangat mendukung berjalannya aspek lain. Oleh karena itu concerning akan meningkatkan kualitas kesehatan, akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehatnya. Ada semacam timbal balik positif jika semakin sejahtera suatu daerah maka semakin tinggi kualitas kesehatan masyarakat, semakin mudah pemerintah menjalankan proses pembangunan, begitu sebaliknya.
(3) Aspek Tata Ruang Kota
masalah ini mungkin menjadi permasalahan daerah dimana-mana yaitu kurang tertatanya tata ruang kota yang baik. Akibatnya terjadinya tumpang tindih pembangunan pemukiman, areal pendidikan, perkantoran, mall, pelayanan public lainnya, hotel, bangunan-bangunan yang mempunyai historikal yang tinggi dan lain-lainnya. Jika kita melihat situasi-situasi urban khususnya sangatlah crowded berserta aktivitas masyarakatnya yang berjejal-jejalan.
Ada baiknya untuk mengatasinya dibuat cities designs planning yang membantu pengaturan dan alokasi konsentrasi pembangunan infrastruktur. Untuk memperkuatnya maka memasukkannya dalam salah satu orientasi kebijakan-kebijakan daerah sangatlah mendukung selain memberikan landasannya berupa payung hukum atas implementasinya.
Strategi yang lain adalah memangkas birokrasi proyek-proyek yang ada dengan mekanisme satu pintu, memungkinkan terkontrolnya di dilapangan dan memperkecil inefisiensi yaitu pungutan, korupsi, kolusi maupun pajak berganda.
(4) Aspek Pendidikan
Aspek ini tidak kalau pentingnya dengan yang lain. Dus, sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Memajukan pendidikan adalah suatu keharusan yang di amanatkan undang-undang dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa negara di masa depan.
Perkembangan pembangunan nasional di dunia pendidikan sudah ada peningkatan meski berjalan lambat. Program wajib belajar, sekolah gratis dan peningkatan anggaran pendidikan diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas warga negara.
Di tingkatan daerah, dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meneruskan kebijakan tersebut dengan mempersiapkan pelaksanaan dan teknis program-program yang ada, selain mengontrol hambatan-hambatannya, seperti pungutan diluar pendidikan, bocoran alokasi anggaran pendidikan dan sebagainya.
Diluar itu tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah memajukan pendidikan dengan kreativitas sendiri sepanjang tidak keluar kebijakan nasional, misalkan peran aktifnya dalam sekolah-sekolah alternatif, memfasilitasi sekolah dengan dunia usaha, dukungan kepada sekolah selain negeri dan sebagainya.
Masih banyak lagi pembahasan-pembahasan diluar kontek diatas yang seperti saya ulas diatas. Perbedaan sangat mungkin terjadi satu daerah dengan daerah lain tentang prioritas kerja kepala daerah sehingga sinergi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.
Cakupan diatas menggambarkan situasi dan solusi singkat atas daerah-daerah secara general yang semoga dapat memaksimalkan pembangunan tentunya. Insya Allah demikian adanya.
Selanjutnya Kepala Daerah haruslah seorang yang mempunyai visi dan misi yang jelas yang terutama dalam kepemimpinan daerahnya. Selain itu tidakkah lebih baik jika seorang kepala daerah yang amanah, dalam arti mampu memujudkan apa yang dijanjikan selama kampanye? Disini stategi-strategi pembangunan yang efektif diperlukan guna menjaga kestabilan serta kelancaran dalam merealisasikannya, bukan kalkulasi dukungan politik semata.
Secara pribadi, kesemuanya berpusat pada satu inti yaitu kinerja. Sebuah janji, tujuan ataupun cita-cita pasti akan terletak pada proses kinerja bagaimana mencapainya. Demikian juga dengan seorang Kepala Daerah, akan semakin bermanfaat bagi masyarakat daerahnya jika mengandalkan kinerja-kinerja yang kongkrit. Apalagi dalam era otonomi daerah sekarang ini yang memberikan keleluasaan yang lebih pada daerah sehingga dapat dikatakan awal yang baik dalam pengembangan dan pembangunan.
Untuk kelanjutannya agar kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan kenyataan dilapangan serta berguna untuk memberikan poin-poin determinasi maupun kolaborasi target-target pembangunan, sebaiknya dilakukan upaya-upaya dasar seperti penyerapan aspirasi masyarakat, pemetaan geografis daerah, pemahaman kondisi sosial budaya maskarakat lokal serta pemahaman ekonomi lokal. Secara empiris, hasil-hasil tersebut diatas berbeda satu sama lain setiap daerah. Untuk itulah dapat kita simpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda yang tentunya menuntut perlakuan berbeda pula. KD haruslah benar-benar mengerti akan daerahnya. Bukan sekedar figur terkenal, tokoh maupun emosi putra daerah belaka.
Beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain:
(1) Aspek Ekonomi
Gerak ekonomi adalah salah satu yang terpenting dalam suatu daerah. Perkembangannya juga tidak lepas dari geologis ekonomis dan historis masyarakat setempat, sehingga hal ini memungkinkan perbedaan karakteristik perekonomian satu daerah dengan yang lain. misalnya daerah A yang tanahnya subuh untuk pertanian maka mayoritas penduduknya bergerak dibidang pertanian. Berbeda dengan daerah B yang dekat dengan pantai dan tanah yang kurang subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian, maka dari itu penduduknya lebih banyak yang bekerja dibidang perikanan dan pariwisata.
Dari ilustrasi diatas, salah satu strategi untuk menyiasati dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi adalah memakai konsep keunggulan komparatif, yaitu pembangunan dengan mengembangkan keunggulan ekonomis setempat, dimana tidak terdapat ditempat lain. Pola ini memungkinkan untuk membentuk identitas dan meningkatkan daya saing tersendiri satu sama lain antar daerah. Hal tersebut dengan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional karena akan banyak terbantu dalam menentukan kebijakan dan efisiensi.
Selain itu, tugas pemerintah daerahlah yang memberikan tatanan pijakan dan dukungan yang penuh pada kewirausahaan dan kegiatan ekonomi lainnya. Secara lebih nyata dalam dunia bisnis membutuhkan stimulus-stimulus seperti penyediaan infrastruktur, birokrasi perijinan yang praktis, insentif pajak, aturan-aturan main yang jelas dalam berbisnis, pengelolaan kekayaan alam yang tidak monopolitik, perlindungan, pendidikan dan pelatihan usaha, upah minimum daerah, memberdayakan organisasi-organisasi pekerja dan kebijakan supported sektoral lain-lainnya yang sesuai.
Masalah pengangguran dan tingginya angka angkatan kerja juga tidak kalah penting untuk diselesaikan dengan menciptakan program-program kerja yang padat karya maupun memberikan insentif kepada usaha yang melibatkan tenaga yang banyak. Surplus anggaran daerah seharusnya dimaksimalkan dengan program diatas serta dalam rangka menyediakan infrastruktur usaha yang berkesinambungan.
(2) Aspek Kesehatan
Aspek ini meliputi tingkat kelahiran, tingkat umur rata-rata hidup, kebersihan, kondisi Mandi cuci kakus (MCK), populasi penduduk dalam hubungannya dengan kesehatan, pemahaman masyarakat tentang kesehatan, pelayanan dan kuantitas publik kesehatan didaerah, program vaksinasi, disease preventives dan masih banyak lagi. Secara ringkas, program-program yang berhubungan dengan kesehatan lokal sangat mendukung berjalannya aspek lain. Oleh karena itu concerning akan meningkatkan kualitas kesehatan, akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehatnya. Ada semacam timbal balik positif jika semakin sejahtera suatu daerah maka semakin tinggi kualitas kesehatan masyarakat, semakin mudah pemerintah menjalankan proses pembangunan, begitu sebaliknya.
(3) Aspek Tata Ruang Kota
masalah ini mungkin menjadi permasalahan daerah dimana-mana yaitu kurang tertatanya tata ruang kota yang baik. Akibatnya terjadinya tumpang tindih pembangunan pemukiman, areal pendidikan, perkantoran, mall, pelayanan public lainnya, hotel, bangunan-bangunan yang mempunyai historikal yang tinggi dan lain-lainnya. Jika kita melihat situasi-situasi urban khususnya sangatlah crowded berserta aktivitas masyarakatnya yang berjejal-jejalan.
Ada baiknya untuk mengatasinya dibuat cities designs planning yang membantu pengaturan dan alokasi konsentrasi pembangunan infrastruktur. Untuk memperkuatnya maka memasukkannya dalam salah satu orientasi kebijakan-kebijakan daerah sangatlah mendukung selain memberikan landasannya berupa payung hukum atas implementasinya.
Strategi yang lain adalah memangkas birokrasi proyek-proyek yang ada dengan mekanisme satu pintu, memungkinkan terkontrolnya di dilapangan dan memperkecil inefisiensi yaitu pungutan, korupsi, kolusi maupun pajak berganda.
(4) Aspek Pendidikan
Aspek ini tidak kalau pentingnya dengan yang lain. Dus, sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Memajukan pendidikan adalah suatu keharusan yang di amanatkan undang-undang dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa negara di masa depan.
Perkembangan pembangunan nasional di dunia pendidikan sudah ada peningkatan meski berjalan lambat. Program wajib belajar, sekolah gratis dan peningkatan anggaran pendidikan diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas warga negara.
Di tingkatan daerah, dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meneruskan kebijakan tersebut dengan mempersiapkan pelaksanaan dan teknis program-program yang ada, selain mengontrol hambatan-hambatannya, seperti pungutan diluar pendidikan, bocoran alokasi anggaran pendidikan dan sebagainya.
Diluar itu tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah memajukan pendidikan dengan kreativitas sendiri sepanjang tidak keluar kebijakan nasional, misalkan peran aktifnya dalam sekolah-sekolah alternatif, memfasilitasi sekolah dengan dunia usaha, dukungan kepada sekolah selain negeri dan sebagainya.
Masih banyak lagi pembahasan-pembahasan diluar kontek diatas yang seperti saya ulas diatas. Perbedaan sangat mungkin terjadi satu daerah dengan daerah lain tentang prioritas kerja kepala daerah sehingga sinergi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.
Cakupan diatas menggambarkan situasi dan solusi singkat atas daerah-daerah secara general yang semoga dapat memaksimalkan pembangunan tentunya. Insya Allah demikian adanya.
Kamis, 18 November 2010
Menanti Tangan Presiden SBY Merangkul FLEGT untuk Wilayah Biosphere Jambi & Riau: Marissa Haque Fawzi
Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park
o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Support Project coordinated a massmedia visit to Bukit Duabelas National Park (TNBK) in Jambi for three days from 3-6 July, 2007. In that visit the group of news reporters succeeded in directly discovering illegal logging within the area of Bukit Duabelas National Park.
In this massmedia visit participated 30 persons, i.e. news reporters from printed and electronic media, officers from related government agencies, Non Governmental Organizations (NGOs), and staff from EC FLEGT Support Project. The following news media was participating: Trans-7, SCTV, Trans TV, TVRI, RCTI, Metro TV, and Jambi Express.
This massmedia visit was coordinated by the Media and Communication Specialist from EC FLEGT Support Project, Purnomo Nurwihadi Wiwoho, assisted by Imam Suyudi and Eddy Harfia Surma from the Jambi office of EC FLEGT Support Project.
Besides the news reporters’, the group from Jakarta also included an artist being also an environmental activist, Marissa Haque Fauzi. Marisa Haque’s participation made a particular appeal of this visit. In this visit she presented various press statements to the news reporters, and engaged in a direct dialog with the community. Marissa Haque at this time is conducting an in-depth study into the issue of illegal logging in Indonesia as material for her thesis to earn a PhD degree.
Besides the news reporters and the artist, some NGOs also took part in the visit including PINSE and Warsi NGOs. Government agencies were also represented including those from the Forestry Service of Jambi Province, the staff of Bukit Duabelas National Park, the Bureau of Natural Resource Conservation and the Local Police of Jambi Province.
In this visit, the group of news reporters succeeded in meeting the illegal loggers and engaged in a dialogue with them in Bukit Duabelas National Park in Batanghari district. Also they have directly witnessed the abandoned logging trucks by the drivers probably in fear of watching the coming of the group.
During the visit they also came across a sawmill within the forest, which probably had just been abandoned by its owner. Some heaps of wood ready for transport were also discovered in the same forest area. The massmedia visit has received a wide coverage by both the electronic and printed media.
o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Support Project coordinated a massmedia visit to Bukit Duabelas National Park (TNBK) in Jambi for three days from 3-6 July, 2007. In that visit the group of news reporters succeeded in directly discovering illegal logging within the area of Bukit Duabelas National Park.
In this massmedia visit participated 30 persons, i.e. news reporters from printed and electronic media, officers from related government agencies, Non Governmental Organizations (NGOs), and staff from EC FLEGT Support Project. The following news media was participating: Trans-7, SCTV, Trans TV, TVRI, RCTI, Metro TV, and Jambi Express.
This massmedia visit was coordinated by the Media and Communication Specialist from EC FLEGT Support Project, Purnomo Nurwihadi Wiwoho, assisted by Imam Suyudi and Eddy Harfia Surma from the Jambi office of EC FLEGT Support Project.
Besides the news reporters’, the group from Jakarta also included an artist being also an environmental activist, Marissa Haque Fauzi. Marisa Haque’s participation made a particular appeal of this visit. In this visit she presented various press statements to the news reporters, and engaged in a direct dialog with the community. Marissa Haque at this time is conducting an in-depth study into the issue of illegal logging in Indonesia as material for her thesis to earn a PhD degree.
Besides the news reporters and the artist, some NGOs also took part in the visit including PINSE and Warsi NGOs. Government agencies were also represented including those from the Forestry Service of Jambi Province, the staff of Bukit Duabelas National Park, the Bureau of Natural Resource Conservation and the Local Police of Jambi Province.
In this visit, the group of news reporters succeeded in meeting the illegal loggers and engaged in a dialogue with them in Bukit Duabelas National Park in Batanghari district. Also they have directly witnessed the abandoned logging trucks by the drivers probably in fear of watching the coming of the group.
During the visit they also came across a sawmill within the forest, which probably had just been abandoned by its owner. Some heaps of wood ready for transport were also discovered in the same forest area. The massmedia visit has received a wide coverage by both the electronic and printed media.
Label:
biosphere,
denny indrayana,
fema,
flegt,
IPB,
jambi,
Marissa Haque,
presiden sby,
PSL,
Riau
Langganan:
Postingan (Atom)
Teganya Fitnah terhadap Marissa Haque Ikang Fawzi (dalam "Just Alvin")
Terbukti Siapa Biang Fitnah terhadap Marissa Haque Ikang Fawzi (dalam "Just Alvin" di Metro TV, Januari 2012)
WISUDA MBA dari FEB UGM (2011) Marissa Grace Haque Ikang Fawzi
Beberapa Blog Menarik
-
[.pdf]Recht und Protestantismus: Die Rechtslehren der lutherischen Reformation(3579081306)_drbook.pdf - [image: Recht und Protestantismus: Die Rechtslehren der lutherischen Reformation] Free Recht und Protestantismus: Die Rechtslehren der lutherischen Refor...6 tahun yang lalu
-
Sekilas tentang Raidy Noor - *SIAPA* yang tidak kenal Raidy Noor? Musisi yang jadi pentolan dan andalan *The Cockpit Band*, ’Genesis’-nya Indonesia ini, namanya pernah melambung sebari...9 tahun yang lalu
-
"Rahasia Cantik Bunda Marissa Haque di Usia Setengah Abad (Terimakasih tabloidbintang.com)" - Sumber: http://tabloidbintang.com/articles/gaya-hidup/cantik-sehat/14766-rahasia-cantik-marissa-haque-di-usia-setengah-abad Video: https://www.youtube.com...11 tahun yang lalu
-
Marissa Haque Ikang Fawzi: Kematian Itu Sangat Dekat Dear Tweeps - Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik. Allahu Akbar! pic.twitter.com/TJMv5bPhCW [image: f5e70122f5a7e34a56114ee0d0e43f8c...12 tahun yang lalu
-
Kabar dari Dapil Bengkulu untuk PAN 8 No. 2: Marissa Haque Ikang Fawzi - Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2014/02/09/33/938255/kena-tifus-di-bengkulu-marissa-haque-kini-dirawat-di-rumah *JAKARTA* - Artis sekaligus poli...12 tahun yang lalu
-
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Terimakasih Banyak untuk Berita Bengkulu Ini okezone.com (Adinda Tomi)" - Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2014/02/09/33/938255/kena-tifus-di-bengkulu-marissa-haque-kini-dirawat-di-rumah *JAKARTA* - Artis sekaligus poli...12 tahun yang lalu
-
Nokia `Lumia Android`Siap Meluncur di Indonesia - Nokia `Lumia Android`Siap Meluncur di Indonesia - Nokia sejak lama dikabarkan sedang membangun sebuah ponsel pintar yang ditenagai sistem operasi Android. ...12 tahun yang lalu
-
-
FORUM PREVILEGIATUM Terimakasih KPK Tercinta: Ruzli Zainal Pelaku Intelektual Illegal Logging Provinisi Riau - *SUJUD SYUKURKU* *Alhamdulillah *penelitianku tidak sia-saia Ya Allah... Pencopotan Gubernur Ruzli Zainal Tinggal Tunggu Registrasi - Tribunnews.com http:/...13 tahun yang lalu
-
Marissa Haque Ikang Fawzi: Ustad Syamsi Ali Orang Berpengaruh di New York, AS - [image: TEMPO.CO] - [image: Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York] - Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York Sumber: http://i...13 tahun yang lalu
-
Kiprah Positif 100 Hari Walikota Bengkulu Helmi Hasan: Marissa Haque Ikang Fawzi - Slogan Walikota Bengkulu Diapresiasi *[image: helmi wawancara] * *BENGKULU, BE* – Ketua Forum Dekan FE Universitas Muhammadiyah se Indonesia, Dr Nazarudin...13 tahun yang lalu
-
Semakin Lebih Sering Bersama di Usia Emas Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque (2013 di PAN) - Semakin Lebih Sering Bersama di Usia Emas Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque (2013 di PAN)13 tahun yang lalu
-
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Terimakasih Mas Buni Yani @buniyani di Leiden, Belanda" - *Just do the Best and Allah will do the Rest* Ketika kita di dzolimi oleh orang yang tidak dikenal, dan kita merasa fitnah yang dilontarkan itu keterlaluan...13 tahun yang lalu
-
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi" - Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-*endorse* oleh PAN Ahmad Toriq - detikNews Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/21424...13 tahun yang lalu
-
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi" - Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-*endorse* oleh PAN Ahmad Toriq - detikNews Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/21424...13 tahun yang lalu
-
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi" - Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-*endorse* oleh PAN Ahmad Toriq - detikNews Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/2142404...13 tahun yang lalu
-
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi" - Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-*endorse* oleh PAN Ahmad Toriq - detikNews Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/2142404...13 tahun yang lalu
-
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi" - Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-*endorse* oleh PAN Ahmad Toriq - detikNews Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/2142404...13 tahun yang lalu
-
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi" - Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-*endorse* oleh PAN Ahmad Toriq - detikNews Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/2142404...13 tahun yang lalu
-
Bintik Matahari Raksasa Melepaskan Lidah Api Yang Kuat: (dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi) - Pandangan suar matahari pada 11 Januari 2013 yang direkam oleh *NASA's Solar Dynamics Observat**ory. * *Astronesia*-Permukaan matahari meletus dan me...13 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi Kejutkan Penonton Djakarta Artmosphere 2012 - [image: Kapanlagi]Oleh Editor KapanLagi.com, Musik | Kapanlagi Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/ikang-fawzi-kejutkan-penonton-djakarta-artmosphere-20...13 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi Kejutkan Penonton Djakarta Artmosphere 2012 - [image: Kapanlagi]Oleh Editor KapanLagi.com, Musik | Kapanlagi Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/ikang-fawzi-kejutkan-penonton-djakarta-artmosphere-20...13 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi Kejutkan Penonton Djakarta Artmosphere 2012 - [image: Kapanlagi]Oleh Editor KapanLagi.com, Musik | Kapanlagi Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/ikang-fawzi-kejutkan-penonton-djakarta-artmosphere-20...13 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi Kejutkan Penonton Djakarta Artmosphere 2012 - [image: Kapanlagi]Oleh Editor KapanLagi.com, Musik | Kapanlagi Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/ikang-fawzi-kejutkan-penonton-djakarta-artmosphere-20...13 tahun yang lalu
-
"Mohon Do'anya Ya Elis: "Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg PAN dari Jambi" - Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB [image: Share this] [image: Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg dari Jambi] TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN A...14 tahun yang lalu
-
Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg PAN dari Jambi" - Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB [image: Share this] [image: Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg dari Jambi] TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN ...14 tahun yang lalu
-
"Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg PAN dari Jambi" - Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB [image: Share this] [image: Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg dari Jambi] TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN ...14 tahun yang lalu
-
"Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg PAN dari Jambi" - Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB [image: Share this] [image: Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg dari Jambi] TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN A...14 tahun yang lalu
-
Contoh Positif Jaringan Alumni IPB & UGM (Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg PAN dari Jambi) - "Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg PAN dari Jambi" Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB [image: Share this] [image: Zumi Zola Dukung Mari...14 tahun yang lalu
-
Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg dari Jambi - Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB [image: Share this] [image: Zumi Zola Dukung Marissa Haque Caleg dari Jambi] TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN ...14 tahun yang lalu
-
"Marissa Haque Tiru Keteladanan Umar bin Khattab": okezone.co - *Marissa Haque Tiru Keteladanan Umar bin Khattab* *Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2012/08/03/33/672760/marissa-haque-tiru-keteladanan-umar-bin-k...14 tahun yang lalu
-
"Marissa Haque Tiru Keteladanan Umar bin Khattab": okezone.com - *Marissa Haque Tiru Keteladanan Umar bin Khattab* *Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2012/08/03/33/672760/marissa-haque-tiru-keteladanan-umar-bin-k...14 tahun yang lalu
-
Marissa Haque: Album Lagu “In Love with Ikang Fawzi” Laris-manis di Aquarius Jakarta (Semoga Tahun 2012 Manggung untuk ILUNI) - *Happy* Banget saat di Aquarius Jakarta Dengar bahwa CD *“In Love with Ikang Fawzi*” Laris Manis (dlm Marissa Haque) [image: 6c185e856052e8ff980873331159...14 tahun yang lalu
-
Marissa Haque: Album Lagu "In Love with Ikang Fawzi" Laris-manis di Aquarius Jakarta - *Happy* Banget saat di Aquarius Jakarta Dengar bahwa CD *"In Love with Ikang Fawzi*" Laris Manis (dlm Marissa Haque) [image: 6c185e856052e8ff980873331159f...14 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi (Karya Lirik Lagu): "Salam Terakhir" - Di malam ini kuberanikan diri menemuimu 'tuk kesekian kalinya Janganlah kau takut tiada guna pula kau bicara Kuingin menatapmu, dewiku Dan kini kusadari b...14 tahun yang lalu
-
"Govt to Set Up Film Board to Boost Production: The Jakarta Post (in Marissa Haque & Ikang Fawzi)" - Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/04/03/govt-set-film-board-boost-production.html Jakarta | Tue, 04/03/2012 5:13 PM [image: Mari Elka Pange...14 tahun yang lalu
-
Lagu Randy & Cindy jadi Theme Song Iklan "On Clinic": Ikang Fawzi - Alhamdulillah senang sekali rasanya lagu lama saya dipakai untuk Iklan "On Clinic" terbaru... "Lagu Randy & Cindy jadi Theme Song Iklan "On Clinic": I...14 tahun yang lalu
-
Isabella Fawzi (Kilas Indonesia) dengan Modo dan Modi, Gobal TV, Nov 2011 - Isabella Fawzi (Kilas Indonesia) dengan Modo dan Modi, Gobal TV, Nov 201114 tahun yang lalu
-
-
Kehidupan Silaturahim Kami dalam Jumpa Keluarga Besar Christian Gonzales: Marissa Haque & Ikang Fawzi - *Liputan6.com, Jakarta: * Sumber (1): http://tv.liputan6.com/main/read/8/1061798/0/ketika-para-selebritis-saling-mengagumi Sumber (2): http://id.berita....15 tahun yang lalu
-
Kompak Sekali Marissa-Soraya-Shahnaz Haque Sekeluarga 2011 - November 12, 2010 By admin *JAKARTA* – Artis Soraya Haqueadik Marissa Haque Fawzi itu sangat peduli dengan kesehatan, sehingga rasa kepeduliaanya tersebu...15 tahun yang lalu
-
Contoh Baik Hubungan Ibu Mertua dan Menantu Artis Marissa Haque (Istri Ikang Fawzi) - Muliawati, Kartini dari Banten: Ibu Mertua Marissa HaqueOPINI | 21 April 2009 | 03:11 862 8 Nihil ------------------------------ *[image: 1-ibu-mertua-te...15 tahun yang lalu
-
Jepang di Meja Belajar Kedua Anak Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque - Spirit dari Meja Belajar Chikita Fawzi Adikku: Isabella Fawzi *Spirit dari Meja Belajar Chikita Fawzi* Dari kecil kami dirumah hanya berdua... dari kecil ...15 tahun yang lalu
-
Leadership Pelatihan UKM-UMKM Jurnas.com: Marissa Haque Fawzi - *March 28th, 2011 * *Terimakasih banyak Bang Syam, may Allah always bless you…* Pelatihan UKM di Tasikmalaya 2011: Koran Jurnas, PT. Telkom, Syamsudin Ch. ...15 tahun yang lalu
-
Musik dan Lagu Ikang Fawzi akan Ditawarkan untuk DIpakai di Upin & Ipin: Marissa Haque Fawzi - Ikang Fawzi & Marissa Haque: Chikita Fawzi Kami yang Cantik di Trans 7 (8 April 2011)*April 15th, 2011* *[image: leadership-ikang-fawzi-dalam-keluarga-ma...15 tahun yang lalu
-
“Brand sebagai Konsistensi yang Mengalir Serta tidak Kaku”: Marissa Haque & Ikang Fawzi - *BRAND **Relevan dan yang Tidak Relevan* *“A brand is no longer the thing what you mention, but it is what the consumer talk about”* *[image: marissa-haque...15 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi & Marissa Haque: Chikita Fawzi untuk Upin-Ipin - Jum'at, 30 April 2010 - 15:39 wib Tomi Tresnady - Okezone Ikang Fawzi (Foto:Johan Sompotan/okezone) JAKARTA - Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya....15 tahun yang lalu
-
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Chikita Fawzi & Upin-Ipin - Jum'at, 30 April 2010 - 15:39 wib Tomi Tresnady - Okezone Ikang Fawzi (Foto:Johan Sompotan/okezone) JAKARTA - Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. J...15 tahun yang lalu
-
Chikita Fawzi & Upin-Ipin: Marissa Haque & Ikang Fawzi - Jum'at, 30 April 2010 - 15:39 wib Tomi Tresnady - Okezone Ikang Fawzi (Foto:Johan Sompotan/okezone) JAKARTA - Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. J...15 tahun yang lalu
-
Chikita Fawzi & Upin-Ipin: Marissa Haque & Ikang Fawzi - Jum'at, 30 April 2010 - 15:39 wib Tomi Tresnady - Okezone Ikang Fawzi (Foto:Johan Sompotan/okezone) JAKARTA - Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. J...15 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi & Marissa Haque: Reuni 10 TahunPasca Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan - Kamis, 10 Februari 2011 10:24 Julian Edward 10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan: “Kalau Tidak Tahan, Anak Kami Bisa 24 Orang” [image: gilan...15 tahun yang lalu
-
Mengamati 10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan (Ipar Marissa Haque & Ikang Fawzi) - Kamis, 10 Februari 2011 10:24 Julian Edward 10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan: “Kalau Tidak Tahan, Anak Kami Bisa 24 Orang” [image: gilan...15 tahun yang lalu
-
Oom Ikang Fawzi Raih Gelar S2: Risya Nafisati Zikri - Ikang Fawzi Raih Gelar S2 Selasa, 14 Desember 2010 Oleh : Aris Danu Cahyono *INILAH.COM, Jakarta - Rocker gaek Ikang Fawzi berhasil meraih gelar S2 dari...15 tahun yang lalu
-
REUNI dengan Bidang Keilmuan Ikang Fawzi Lulus dengan Nilai "A" dari UGM: dalam Marissa Haque - *Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM Fakultas Ekonomi-Bisnis* *Kabar Gembira!* *Leadership* Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti d...15 tahun yang lalu
-
IT dan ICT Melancarkan Ikang Fawzi Suami Marissa Haque dapat MBA dari UGM - *Ini Pendidikan Ala Ikang Fawzi* "Senang sekali akhirnya bisa dapat gelar magister, kuliah selama 1,5 tahun."Rabu, 15 Desember 2010, 00:25 WIB Antique, Be...15 tahun yang lalu
-
Ikang Fawzi Suami Marissa Haque Rocker Indonesia Pertama Jadi MBA dari UGM - *Ini Pendidikan Ala Ikang Fawzi* "Senang sekali akhirnya bisa dapat gelar magister, kuliah selama 1,5 tahun."Rabu, 15 Desember 2010, 00:25 WIB Antique, B...15 tahun yang lalu
-
Role Modelku Ayah Ikang Fawzi jadi MBA dari FEB-UGM: Bella Fawzi - *Ini Pendidikan Ala Ikang Fawzi* "Senang sekali akhirnya bisa dapat gelar magister, kuliah selama 1,5 tahun."Rabu, 15 Desember 2010, 00:25 WIB Antique, B...15 tahun yang lalu
-
Alhamdulillah Ayah Ikang Fawzi Dapat Nilai "A" untuk MBA dari UGM: Bella Fawzi - *Ini Pendidikan Ala Ikang Fawzi* "Senang sekali akhirnya bisa dapat gelar magister, kuliah selama 1,5 tahun."Rabu, 15 Desember 2010, 00:25 WIB Antique, B...15 tahun yang lalu
-
Ayah Ikang Fawzi Membanggakan Kami dapat MBA dengan Nilai "A" Bulat dari UGM: Bella Fawzi - *Ini Pendidikan Ala Ikang Fawzi* "Senang sekali akhirnya bisa dapat gelar magister, kuliah selama 1,5 tahun."Rabu, 15 Desember 2010, 00:25 WIB Antique, B...15 tahun yang lalu
-
Kelestarian Lingkungan dengan Kampanye Cara Door To Door - Bersama Usungan PAN Lamsel, Zainuddin Hasan dan Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi) Sabtu, 27 Maret 2010 Didalam mangajak masyarakat untuk mengurangi sampah...16 tahun yang lalu
-
Sosialisasi Tim Pemenangan Pasangan Nomor 4 - *Pilih Nomor 4, Zainudin & Ikang: Rony Desa (Bengkulu)* Tim pemenangan pasangan nomor 4 Zainudin HAsan dan Ikang Fawzi terdiri dari para sukarelawan yang t...16 tahun yang lalu
-
RIWAYAT HIDUP dari Ahmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi), Suami Marissa Haque - *RIWAYAT HIDUPAhmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi),* lahir di Jakarta, pada tanggal 23 Oktober 1959. Mulai bersekolah pada pendidikan TK di Brussel, Belgia...16 tahun yang lalu
-
RIWAYAT HIDUP dari Ahmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi), Suami Marissa Haque - *RIWAYAT HIDUP * *Ahmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi),* lahir di Jakarta, pada tanggal 23 Oktober 1959. Mulai bersekolah pada pendidikan TK di Brussel, Bel...16 tahun yang lalu
-
Perjuangan Masih di MK Sampai Hari Ini Ternyata: Harry Maksum Judicial review - *Perjuangan Masih di MK Sampai Hari Ini Ternyata: Harry Maksum Judicial Review* Mahkamah Konstitusi semoga masih ada celah untuk menjujurkan keadilan kons...17 tahun yang lalu
-
The Story of Miss Bella Fawzi - *Berawal dari Buku Cergam Bilingual* Sejak kecil ibuku Marissa Haque rajin menjejali aku dan adikku – kami hanya berdua perempuan semua (Chikita Fawzi nam...17 tahun yang lalu
-
Catatan: Gaya Saat Mengajar - Berbagi Ilmu Inilah gaya saya kalau sedang berbagi ilmu, ilmu menulis dan meliput berita tentunya. Pada foto hasil jepretan rekan Kompasianers Novrita itu,...17 tahun yang lalu
-
Bila Ozon Bocor, dari Marlinda Roroh buat Marissa Haque Sahabat Kecilku - *Bila Ozon Bocor, dari Marlinda Roroh buat Marissa Haque Sahabat Kecilku...* Kutahu sahabat... dirimu belajar ilmu lingkungan hidup. Tapi tahukah dirimu M...17 tahun yang lalu
-
MERENDA ASA YANG TERSISA - Samudera kehidupan dirasakan sungguh berat utk sebagian umat manusia di negeriku, karena banyak peristiwa-peristiwa kelam yang terjadi seolah tanpa henti,...17 tahun yang lalu
-
Prestasi-prestasi Marissa Haque Fawzi - Kumpulan Prestasi Marissa Haque Fawzi, SH, MHum. Grant: 1. Yayasan Kawula Alit Nusantara, 2004Untuk mendapatkan MA pada School of Telecommunication di Ohio...19 tahun yang lalu
-
DUTA BESAR ORANGUTAN - Sebuah kehormatan ketika saya dipercaya menjadi Ambassador Orangutan oleh organisasi internasional yang peduli pada salah satu satwa langka di Indonesia. B...20 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-







